Hanya Relawan Asing yang Kantongi Izin yang Boleh Masuk ke Sulteng

Di Umum

Hanya Relawan Asing yang Kantongi Izin yang Boleh Masuk ke Sulteng

Dok Humas Pemprov Jabar
Relawan gabungan saat membantu warga dalam proses pemulangan 67 warga Jabar yang selamat dalam insiden gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. (Dok Humas Pemprov Jabar)

JAKARTA, KOMPAS.com – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, relawan asing tak bisa bebas masuk ke wilayah terdampak bencana Sulawesi Tengah untuk memberikan bantuan.

Bantuan internasional, kata Sutopo, dibatasi hanya untuk kebutuhan yang diperlukan saja, seperti alat transportasi, genset, water treatment, dan tenda.

Sementara, relawan asing, hingga saat ini masih sangat dibatasi izin pemberian bantuannya. Alasannya, relawan dalam negeri jumlahnya masih mencukupi.

Peraturan itu bukan untuk melarang relawan asing ikut melakukan proses evakuasi.

Akan tetapi, relawan asing yang ingin memberikan bantuan langsung ke lapangan, harus memiliki izin dari lembaga nasional yang ditunjuk untuk proses evakuasi.

“Untuk NGO asing diminta untuk berkordinasi dengan PMI dan afiliasi NGO nasional. Mereka bisa masuk setelah diizinkan dan melakukan kordinasi tersebut,” kata Sutopo di Kantor BNPB, Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Baca Juga:  Terkuak! Identitas Pria yang Sudah Jadi Tengkorak di Lokasi Ditemukannya Kawasaki KLX

Izin tersebut penting untuk memastikan semua bantuan dan kegiatan pencarian dan penyelamatan korban terkordinasi dengan baik.

“Tujuan dari kordinasi ini adalah agar tidak terjadi keadaan di lapangan di mana para relawan memiliki niat baik untuk membantu, namun karena kegiatannya tidak terkordinasi atau kurang tepat sehingga justru dapat menghambat proses rescue and recovery yang sedang dipimpin tim nasional,” ujar Sutopo.

Terkait informasi yang beredar soal ‘pengusiran’ sejumlah relawan asing di wilayah terdampak bencana, Sutopo menjelaskan, hal itu lantaran ada relawan asing yang tiba-tiba datang ke Palu tanpa izin.

Bagi NGO asing yang sudah telanjur menerjunkan relawannya tetapi tidak memiliki izin, diimbau untuk menarik relawan dari wilayah terdampak bencana.

“Kalau tiba-tiba ada ormas asing, WNA, mereka dengan spesifikasi tenaga medis, SAR, kami kan enggak memerlukan. Dan itu sudah nyelonong masuk di wilayah Palu. Tentu saja kami imbau untuk keluar,” terang Sutopo.

Baca Juga:  Ramai Video Menteri Susi Setop Bicara Saat Azan Berkumandang

Selain itu, bagi relawan asing yang sudah tidak melakukan kegiatan di lokasi bencana juga diimbau untuk tidak berada di Palu.

Gempa bermagnitudo 7,4 dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah, Jumat (8/10/2018) mengakibatkan 2.045 korban meninggal dunia, 10.679 jiwa luka berat, dan 82.775 warga mengungsi di sejumlah titik.

Tercatat pula, 67.310 rumah dan 2.736 sekolah rusak. Serta terdapat 20 fasilitas kesehatan dan 12 titik jalan rusak berat.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu TamtomoInfografik: Bantuan Untuk Donggala-Palu (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Penulis: Fitria Chusna Farisa

Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

Lamaran Ditolak, Asep Tewas Dibunuh Keluarga Pacarnya Sendiri
Lamaran Ditolak, Asep Tewas Dibunuh Keluarga Pacarnya Sendiri
Lamaran Ditolak, Asep Tewas Dibunuh Keluarga Pacarnya
Ada Kata Sandi
Ada Kata Sandi
Ada Kata Sandi Juru Bicara KPK Febri
Anies Hentikan Hibah Ahok, Bekasi Stop Truk Sampah DKI?
Anies Hentikan Hibah Ahok, Bekasi Stop Truk Sampah DKI?
Anies Hentikan Hibah Ahok, Bekasi Stop Truk

Top