Sejarah Pemakaian Gaun Pernikahan, Siapa yang Memulainya?

Di Trending

Sejarah Pemakaian Gaun Pernikahan, Siapa yang Memulainya?

Unsplash/belart84

Sebuah gaun pernikahan adalah jenis pakaian yang dikenakan pengantin saat melakukan prosesi acara pernikahan. Warna, gaya, dan jenis prosesi pernikahan biasa ditentukan dari jenis kebudayaan, bahkan agama si pengantin. Biasanya pengantin akan memilih jenis gaun pernikahan yang berwarna putih untuk merepresentasikan kesucian hati.

Tapi, tahu gak sih sejarah gaun pernikahan di berbagai belahan dunia?

1. Sejarah pemakaian gaun pernikahan di barat sudah dimulai pada abad pertengahan, sekitar tahun 1400-an

lace-wedding-dresses1116.blogspot.co.id

Karena di zaman ini yang bisa menikah dengan perayaan mewah hanyalah yang dari keluarga bangsawan kaya, gaun pernikahan biasanya dirancang lebih ke status sosial mereka. Terlebih pada zaman ini hampir semua pernikahan besar dilakukan karena adanya unsur politik, pernikahan dari keluarga kaya akan lebih berani dalam pemilihan warna dan bahan seperti sutra atau velvet.

Biasanya gaun pernikahan mewah pada zaman pertengahan akan memiliki banyak lapisan sehingga terlihat besar dan lebar, namun justru gaun seperti ini menyusahkan karena terlalu berat jika dikenakan.

Baca Juga:  Cuma Lo yang Punya Mata Sehat yang Bisa Baca 8 Kata Ini dengan Benar

2. Di zaman pertengahan, pengantin yang tak terlalu kaya biasanya hanya mengenakan pakaian terbaik mereka yang biasa dikenakan saat ke gereja

bbc.com

Pengantin di Amerika pada abad pertengahan tak selalu pakai gaun berwarna putih karena pakaian berwarna putih susah untuk dibersihkan jika terkena kotoran. Hanya dari keluarga kaya raya yang mampu membeli jenis kain terbaik yang mudah untuk dibersihkan.

Warna putih belum jadi pilihan utama para pengantin sebelum tahun 1840, setelah pernikahan Ratu Victoria dengan Prince Albert of Saxe-Coburg. Victoria mengenakan gaun putih saat pernikahannya, dan itu membuat gaun putih menjadi mendadak populer untuk dikenakan saat hari pernikahan.

3. Memasuki 1920, gaun pernikahan mulai lebih sederhana dan mengikuti perkembangan fashion saat itu

commons.wikimedia.org

Dekade itu, sedang terjadi revolusi pada pakaian wanita, dan pakaian wanita yang biasanya panjang mulai naik hingga ke lutut. Dan untuk pertama kalinya, gaun pernikahan di tahun-tahun ini dan selanjutnya mulai sedikit lebih bervariasi.

Baca Juga:  7 Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan Traveler 'Pemula' Saat Berlibur, Antre Sudah Enggak Jaman

4. Di budaya timur sendiri banyak negara seperti Tiongkok, India dan Vietnam, warna merah lebih mendominasi gaun

Unsplash.com/@saad

Warna merah dipilih untuk gaun pernikahan karena melambangkan keberuntungan. Gaun tradisional India, sari, terbuat dari sutra. Namun di Jepang, kimono pernikahan berwarna merah hampir tak ditemukan karena merah melambangkan kematian sehingga mereka lebih memilih warna lain seperti putih.

Di Indonesia sendiri gaun pernikahannya masih dalam berbagai gaya karena mengingat Indonesia sangat kaya akan budaya. Tapi ciri khas yang paling menonjol adalah hiasan kepala yang dikenakan pengantin wanita pasti selalu meriah.

Kalau kamu menikah nanti, mau pakai gaun pernikahan gaya internasional atau nasional?

Tatap Meghan Markle di Altar, Pangeran Harry: Aku Sangat Beruntung
Tatap Meghan Markle di Altar, Pangeran Harry: Aku Sangat Beruntung
Tatap Meghan Markle di Altar, Pangeran Harry:

Top